HARI KEDUA
Aku sudah sms Kian dan dia setuju akan naik taksi ke sana aku dan dia sudah berjanji akan bertemu di pasar festival , sekarang jam sepuluh aku akan berangkat sekarang karena targetku adalah sampai sana lebih awal.
Di sepanjang perjalanan aku berkhayal kalau aku akan bertemu seseorang yang bisa menjadi teman baikku dan memiliki kesukaan yang sama seperti aku , tapi jika di fikir-fikir itu mustahil . Di sekolah aku suka pada seseorang tapi dia tidak akan pernah mau menerimaku mungkin , tapi jujur aku tidak suka lagi padanya.
Dan asal kalian tahu saja orang yang aku sukai itu selalu saja ganjen sama cewe jadi ya aku lebih baik mundur saja , asal kalian tahu saja dia itu kalo sudah deket sama cewe itu ihhhh parah banget.
Tak terasa sambil jalan aku sambil berfikir tentang orang yang sekarang aku males banget ketemu tapi yang aku heran semakin aku membinci dia setiap malam aku terus bermimpi tentang dia pada hal setiap sebelum tidur aku selalu berdo'a untuk tidak memimpikan dia tapi setiap malam aku selalu saja bermimpi tentang dia.
Saat aku sampai di pasar festival ternyata Kian dan dua temannya yang aku kenal yang perempuan namanya Rasti dan yang cowo namanya Kiki , Kian melambaikan tangan nya padaku yang menunjukan dia disana aku pun melambaikan tangan balik padanya ,
Aku mempercepat langkahku agar lebih cepat sampai kesana , padahal aku berharap aku yang datang duluan tapi ya mau dibuat apa dia yang duluan , setelah aku sampai disana.
" cepet banget sih datengnya " kataku yang masih mengatur nafas karena berjalan terlalu cepat.
" iya abis nya udah nggak sabar " kata Kian
" yaudah mendingan kita cepet panggil taksi aja " kata Rasti.
" iya bener " kataku.
Kami pun segera memanggil taksi dan yap kami beruntung karena taksi yang berhenti didepan kami kosong , kami langsung menaikinya aku didepan Kian , Rasti sama Kiki di belakang . Aku bilang kepada pak supirnya agar ke taman anggrek dan pak supir langsung tancap gas.
Disepanjang perjalanan Kian dan Rasti serta Kiki sedang asik mengobrol , Kian tahu sekali kalau aku sedang di perjalanan lebih suka memandang ke luar jendela jadi Kian tidak heran kalu sepanjang perjalanan aku hanya diam saja.
Saat aku sedang asik memandang ke luar jendela tiba-tiba saja ponselku berbunyi ,.
" hallo " kataku.
" hallo , zhe lo dimana ? " tanya Imam.
" gw lagi di jalan mau ke taman anggrek mang kenape ? " tanya aku males.
" oh yaudah " katanya
Aku langsung menutup teleponku , Imam itu orang yang aku suka dulu tapi sekarang ini kata temen-temenku sih dia mulai suka sama aku tapi masa bodo amat lah , dia aja nggak bilang kalau dia suka , jika dia bilang itu baru benar tapi kalo nggak ya aku belum percaya.
Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam , tak terasa ternyata taksi yang kami tumpangi sudah berhenti didepan pintu mall taman angrek , aku dan yang lain patungan lalu kami pun masuk ke mall itu .
" zhe lo mau ikut nggak ? " tanya kian
" kemana ? " tanyaku balik.
" nyari baju secara gitu lo paling males kalo yang namanya dia ajak ke toko baju " jawab Kian
" oh iyu , nggak ah gw mau nyari buku aja di toko buku " kataku cepat.
" nah kan bener " kata kian
" hehehehe " tawaku.
" yaudah gw nanti kalo udah selesai gw sms lo buat ke overall aja " kata Kian.
" oke , bay " kataku yang langsung kabur.
Aku pun langsung pergi ke lantai enam dimana disana ada toko buku , aku yakin sekali aku bisa berada di sana berjam-jam karena saking sukanya sama buku . Saat sampai sana aku langsung masuk dan berjalan ke rak buku yang berisi novel semua.
Aku ingin sekali mencari buku Crescendo itu adalah buku ke dua dari novel yang aku baca yaitu novel Hush-Hush , ceritanya sangat menarik tapi novel itu sudah jarang sekali yang tersedia alisa sudah langka kalau aku bilang .
Aku terus berjalan perlahan menelusuri rak-rak buku dan keberuntungan berpihak padaku , aku melihat buku yang sedang aku cari-cari dan aku mengambilnya tapi saat aku mengambil nya tangan ku bersentuhan dengan tangan seseorang yang ingin juga mengambil buku itu.
" maaf , kau duluan " kataku mengalah.
" tidak seharusnya perempuan duluan " kata suara yang sepertinya cowo.
Aku pun melihat ke arahnya dan benar dia cowo yang tinnginya hanya satu kepala lebih tinggi dari pada aku tapi jangan salah loh tinggi aku ini 160 cm tinggikan. Dia putih , rambutnya hitam lebat , gaya rambutnya model emo , dan dia mengenakan kaus hijau yang di dedobel olehnya kemeja berwarna biru tua tapi tidak di kancing dan celana yang ia gunakan berwarna hitam.
" baik lah , thanks " kataku .
" no problem " katanya
Aku langsung pergi setelah dia mengatakanya , aku tidak ingin berurusan dengan orang yang aku tidak kenal .
" tunggu " kata cowo tadi .
" ya " kataku sambil membalikan badan.
" boleh aku tahu nama mu atau kau sekolah dimana ? " tanya cowo itu.
" nama ku zhe aku sekolah di smk di jakarta " kataku lebih baik aku tidak menyrbutkan mana sekolahku.
" oh , aku Rendy salam kenal zhe " katanya.
" ya " kataku.
" aku harap kita bertemu lagi " katanya.
" ya , aku juga " kataku.
Aku langsung berjalan kekasir dan segera membayar dan cepat keluar dari toko buku ini dan aku lebih baik sms Kian duluan .
zhe :
kian , gw duluan ya ke restorannya , nanti kalo lo udah selesai sms aja nanti gw kasih tau
\ gw duduk dimana , oke .
Aku langsung berjalan dan aku sampai di restoran aku duduk di pojok karena aku merasa cowo yang tadi adalah orang yang pernah aku kenal.Dan tak lama kemudia Kian dan yang lain nya datang . Dan lebih baik aku tidak usah cerita kepada Kian tentang orang tadi , pada hal apa pun yabg aku alami pasti aku akan cerita pada kian.
Dan setelah itu kami pulang aku berpisah sam Kian dan yang lain di depan pasar festival seperti pada saat kami ingin berangkat tadi , besok kan sekolah jadi aku ingin istirahat saja setelah ini karena memang sangat lelah
to be countinue..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar