Senin, 16 September 2013

HARI KETIGA

           Hari ini aku sedang berada di busway bersama Kian karena kita selalu berangkat sekolah bareng ya walau pun pulangnya nggak selalu bareng juga sih , Karena kami juga berbeda kelas jadi kami jarang ketemu kalau lagi di sekolah , ya kita smsan aja kalo mau balik atau berangkat bareng.
          Kian bilang belanja kemaren itu sangat menyenangkan buat dia tapi menurut aku sih itu biasa aja soalnya aku juga ngerasa nggak ada yang istimewa dari acara belanja kemaren , ya hanya insident kecil waktu di toko buku , dan sampai sekarang aku belum cerita sama Kian tentang kejadian itu .
        Oh ya di sekolah aku senang loh karena semua rasa bosan ku itu hilang kalau aku sudah ngumpul sama teman-temanku ya walaupun kalo kita udah ngumpul itu berisik banget dan selalu bikin guru kesel karena ulah kita , tapi itu lah yang membuat kita bisa kenal satu sama lain dan betah ada di kelas itu.
         Aku berpamitan sama Kian karena dia udah sampai kelasnya duluan , kelasku berada di ujung lorong ya jadi kelas yang paling jauh deh , saat aku masuk teman-temanku pada ngerumpi gitu dan aku juga bingung kok kursi di kelasku bertambah satu .
         Aku mendengar salah satu temanku bilang ada murid pindahan dan dia itu cowo ganteng tapi itu nggak berfungsi padaku , karena aku lagi kesel banget sama yang namanya cinta jadi lebih baik diemin aja anak baru itu toh lagi pula belum tentu dia masuk kelas aku.
" zhe tugas mtk lo udahan " tanya rahmat.
" udah , emang lo beloman ? " tanyaku balik .
" udah , gw cuma nanya aja " kata rahmat sambil ketawa.
" oh " kataku sambil ketawa juga .
            Rahmat itu teman yang deket sama aku tapi kita hanya teman ya karena aku hanya menganggap nya teman , lagi pula dari gerak-gerik nih anak juga biasa aja , kalo temen aku putra yang satu lagi juga biasa aja . aku deket sama mereka berdua mungkin karena ikut ekscul yang sama .
" lo tau sapa tuh anak baru ? " tanya aku pada rahmat.
" katanya sih baru pindah dari luar negeri gitu " kata putra tiba-tiba.
" eh " kata rahmat sambil menepuk pundak putra.
" orang luar ya " kata ku .
" bukan dia orang  indonesia tapi sekolah diluar dan katanya dia mau sekolah di indonesia gitu " kata putra.
" lo udah ngeliat orangnya " kataku pada putra.
" belom " kata putra.
" kalo lo mat " kataku pada rahmat.
" belom juga " kata rahmat.
                   Bell berbunyi menandakan jam belajar akan dimulai dan tak lama kemudia guru bahasa indonesia pun datang dan di ikuti oleh seorang anak laki-laki yang tinggi , putih dan ya sama seperti apa yang di bilang oleh anak-anak di kelasku.
                 Dan aku terkejud ternyata dia itu anak yang aku ketemu di toko buku kemaren , jadi harapannya untuk ketemu aku lagi terwujud great padahal aku males banget ketemu dia lagi , dan aku sempat berharap supa tidak ketemu dia lagi.
" baik anak-anak sekalian kalian kedatangan teman baru , dia dari london tapi tenang bahasa indonesianya sangat fase seperti kita , jadi perkenalkan diri kamu nak " kata bu dwi kepada murid baru itu.
" oke guys , aku rendy putra dewa so kalian boleh panggil aku rendy , aku pindahan dari london dan aku harap kalian bisa menerimaku disini " kata rendy pengenalan.
" ssst , zhe " panggil rahmat , rahmat duduk di sebelahku tapi tidak sebangku denganku.
" apaan ? " kataku pelan.
" lo meratiin kagak " katanya sama pelannya.
" meratiin apaan sih " kata ku bingung.
" tuh anak baru liatin lo mulu dari tadi , jangan-jangan Dela bisa-bisa disuruh get out lagi dari samping lo karena dia pengen duduk deket lo " kata rahmat ngeledek.
" nggak lucu " kataku tapi sambil nggak percaya apa yang di bilang rahmat bener.
            Rendy bener-bener ngeliatin aku kayak nya dia pengen ngomong sesuatu deh , tapi aku ngeliat imam juga meratiin apa yang dilakuin Rendy dan jujur aku nggak suka kalo dia sampe judes atau apa lah sama Rendy .
" oke , kalo begitu rendy , silahkan duduk di bangku yang kosong " kata bu dwi .
" ya terima kasih " kata rendy sambil berjalan ke arah bangku yang kosong.
             Wait bukan nya bangku yang kosong itu ada di belakang aku ya , oh great makin deket aja sama kematian ini namanya , aku harap Rendy lupa sama aku itu lebih baik dari pada dia harus kenal sama aku.
               Dia pun duduk persis di belakangku dan bu dwi segera memulai pelajaran karena minggu lalu kita sudah di bagikan kelompok dan sudah selesai mengerjakannya jadi setiap kelompok akan mempresentasikan hasil kerja nya , selagi mereka bersiap-siap dengan laptponya didepan , anak-anak pada sibuk ngobrol sendiri .
              Aku hanya diam sampai tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang.
" kita bertemu lagi " kata suara dari belakang pelan.
" ya , aku tidak percaya " kataku pelan juga.
" aku percaya kita akan bertemu lagi " kata Rendy .
" kenapa kau percaya , dunia ini luas bisa saja kita tidak bertemu lagi " kataku pelan.
" aku sudah memilihmu " kata Rendy.
               Saat mendengar kata-kata erakhir Rendy itu membuat jantungku yang sepertinya sudah lama tidak berdetak kini berdetak lagi , dan perasaan aneh menghampiriku seperti aku akan bersama Rendy dan takut bila kehilanganya padahal kita baru bertemu . Apakah cinta telah merubah prinsipku tapi itu tidak mungkin.
                                                                                    to be countinue........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar